Beranda › Freelance vs Karyawan Tetap

Freelance vs karyawan tetap: bandingkan gaji dan tarif

Mempertimbangkan resign untuk jadi freelance penuh waktu, atau membandingkan tawaran proyek dengan posisi karyawan tetap? Kalkulator ini membandingkan keduanya secara adil, dengan menghitung tunjangan yang didapat karyawan, jam kerja yang tidak bisa ditagih freelancer, dan biaya menjalankan usaha sendiri.

angka gaji karyawan, sebelum PPh 21
BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan, THR, dan cuti berbayar; sering 15 sampai 25
jam yang benar-benar dibayar klien
cuti, sakit, jeda antar klien
software, perangkat, asuransi, akuntan, biaya admin
Tarif freelance yang setara dengan gaji ini
Tarif harian (8 jam)
Total biaya perusahaan atas gaji ini
Jam tertagih per tahun
Tarif sebagai kelipatan dari gaji per jam

Kenapa gaji dan tarif freelance tidak bisa dibandingkan langsung

Membagi gaji tahunan dengan jam kerja menghasilkan angka yang terlihat seperti tarif per jam, tapi itu bukan angka yang perlu dikenakan freelancer. Ada tiga hal yang membedakan.

Tunjangan itu bagian dari gaji

Karyawan tetap di Indonesia mendapat lebih dari sekadar gaji pokok. Perusahaan wajib mendaftarkan BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan (jaminan hari tua, kecelakaan kerja, dan kematian), membayar THR minimal satu bulan gaji setiap tahun, dan memberi cuti tahunan berbayar. Begitu kamu jadi freelance, semua itu kamu tanggung sendiri: BPJS Kesehatan mandiri atau asuransi swasta, tabungan hari tua sendiri, dan tidak ada THR maupun cuti berbayar dari siapa pun. Persentase totalnya berbeda-beda per perusahaan, tapi 15 sampai 25 persen dari gaji pokok adalah kisaran yang umum dipakai. Untuk besaran iuran dan aturan resmi terbaru, cek BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan.

Tidak semua jam bisa ditagih

Karyawan dibayar untuk satu minggu penuh, termasuk rapat, urusan admin, dan jam-jam yang kurang produktif. Freelancer hanya dibayar untuk jam yang disetujui klien. Cari klien, membuat penawaran, menagih invoice, belajar hal baru, dan mengejar pembayaran yang telat semuanya keluar dari waktu freelancer sendiri. Kebanyakan freelancer penuh waktu menagih sekitar 20 sampai 30 jam seminggu, dan celah itu jadi alasan terbesar kenapa tarifnya harus lebih tinggi.

Menjalankan usaha sendiri ada biayanya

Software, laptop, asuransi profesi, akuntan, dan biaya transfer pembayaran semuanya keluar dari tarif. Nilainya kecil satu per satu tapi menumpuk jadi jutaan rupiah setahun.

Cara kerja hitungannya

  • Dari gaji ke tarif: kalikan gaji dengan (1 + persentase tunjangan), tambahkan biaya usaha tahunan, lalu bagi dengan jam tertagih setahun (jam tertagih per minggu dikali jumlah minggu kerja).
  • Dari tarif ke gaji: kalikan tarif dengan jam tertagih setahun, kurangi biaya usaha, lalu bagi dengan (1 + persentase tunjangan).

Kedua arah ini belum menghitung pajak. PPh 21 untuk karyawan dan PPh Final atau tarif progresif untuk freelancer dihitung dengan cara yang berbeda, jadi pakai kalkulator sisihkan pajak untuk bagian itu secara terpisah. Ini bukan nasihat pajak, untuk aturan resminya cek pajak.go.id.

Menggunakan hasilnya

Kalau tarif freelance yang dihasilkan kalkulator terasa tinggi, itu memang intinya, karena begitulah biaya sesungguhnya untuk mencapai kesetaraan. Kamu tetap bisa memilih tarif lebih rendah karena alasan lain, seperti fleksibilitas atau klien yang ingin dipertahankan, tapi setidaknya kamu melakukannya dengan sadar. Tetapkan tarifmu sendiri dengan kalkulator tarif freelance.

Rekomendasi

Jadi freelance berarti mengatur sendiri BPJS Kesehatan mandiri atau asuransi swasta dan tabungan hari tua. Lihat rekomendasi asuransi untuk freelancer →

Pertanyaan yang sering diajukan

Kenapa tarif freelance jauh lebih tinggi dari gaji dibagi jam kerja?

Gaji karyawan hanya sebagian dari yang dikeluarkan perusahaan. Perusahaan juga membayar BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan, THR, dan cuti berbayar, ditambah jam kerja yang tidak semuanya produktif. Freelancer menanggung semua itu sendiri dan hanya dibayar untuk jam yang disetujui klien, jadi tarifnya harus lebih tinggi supaya hasil akhirnya setara.

Apa saja tunjangan yang didapat karyawan tapi tidak didapat freelancer?

Yang paling umum: BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan yang preminya sebagian dibayar perusahaan, THR minimal satu bulan gaji setiap tahun, dan cuti tahunan berbayar. Freelancer perlu mengatur BPJS Kesehatan mandiri atau asuransi swasta sendiri, menabung untuk hari tua sendiri, dan tidak mendapat THR maupun cuti berbayar.

Apakah aturan tarif freelance 1,5 sampai 2 kali gaji itu benar?

Itu patokan kasar yang cukup masuk akal untuk banyak orang, tapi menyembunyikan asumsi di baliknya. Kalkulator ini menunjukkan input yang sebenarnya, jadi kamu bisa lihat sendiri apakah nilai tunjangan, jam tertagih, dan biaya usahamu membuat angkanya lebih dekat ke 1,5 atau ke 2,5 kali.

Apakah hasil kalkulator ini sudah termasuk pajak?

Belum. Kedua sisi dibandingkan sebelum pajak penghasilan pribadi. PPh 21 untuk karyawan dan PPh Final atau tarif progresif untuk freelancer berbeda perhitungannya, jadi pakai kalkulator sisihkan pajak untuk bagian itu.